Wednesday, May 18, 2011
Partai Baru di Pasar Lelang
Posted under:
publication
0
comment(s)

*Tulisan ini dimuat dalam koran Jurnal Nasional (18/5) di sisipan Politika, halaman 5.
Sampai saat ini sudah 4 partai baru yang mendaftarkan diri ke Kementerian Hukum dan HAM. Keempat partai tersebut adalah Partai Nasional Republik (Nasrep) yang dibidani oleh Hutomo Mandala Putra, Partai Nasdem yang didirikan anak-anak muda anggota Organisasi Kemasyarakatan Nasional Demokrat, Partai Persatuan Nasional (PPN) yang digagas Oesman Sapta Odang, dan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (PKBI) yang merupakan transformasi PKB versi Gus Dur.
Vonis yang Prematur
Meskipun beberapa pengamat telah memvonis bahwa peluang partai-partai baru itu kecil, menurut saya hal itu masih terlalu pagi. Ada beberapa alasan mengapa penilaian yang pesimistis maupun optimistis masih prematur.
Pertama, jangka waktu yang masih relatif cukup panjang tentu memungkinkan segala dinamika politik terjadi. Banyak hal dapat memengaruhi keseimbangan politik yang dapat berdampak pada partai-partai baru maupun partai-partai yang sudah mapan. Sejarah menunjukkan bahwa partai-partai yang mapan maupun baru dapat tumbang karena ditinggalkan konstituennya. Partai-partai baru pun terbukti dapat menarik simpati, bahkan menjadi pemenang Pemilu seperti Partai Demokrat yang kini berkuasa.
Friday, March 11, 2011
Arti Heboh Wikileaks
Posted under:
Indonesian
politics
yudhoyono
2
comment(s)
![]() |
| Front Page The Age, 11/3/2011 |
Dua surat kabar terkemuka di Australia menerbitkan headline yang mirip, yaitu bocoran WikiLeaks tentang kabel rahasia intelijen AS perihal dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh Presiden Yudhoyono. Artikel lengkapnya dapat dibaca dengan mengklik gambar-gambar front pages The Age dan Sydney Morning Herald di atas, namun untuk keperluan diskusi saya akan terjemahkan beberapa kutipan yang penting bagi saya.
"…The US diplomatic reports—obtained by WikiLeaks and provided exclusively to The Age — say that soon after becoming President in 2004, Dr Yudhoyono intervened in the case of Taufik Kiemas, husband of former president Megawati Sukarnoputri…"
Laporan diplomatik AS yang diperoleh oleh WikiLeaks dan diberikan secara ekslusif pada the Age mengatakan bahwa segera setelah menjadi Presiden tahun 2004, Dr. Yudhoyono mengintervensi kasus Taufik Kiemas, suami dari mantan presiden Megawati Sukarnoputri.
Lebih lanjut dikatakan pula:
Thursday, March 10, 2011
How Does Ipad Work for You?
Posted under:
blogging issues
English
0
comment(s)

Ipad has been tempting me, but I still refrain to get one. But the release of Ipad 2 is intriguing me to learn more and to get myself one of them. Why do I refreain to get Ipad? First, I've got a nice MacBook already, and it pleases me very well. Second, I usually need a portable computer to write, to keep a simple database of my readings and articles, and subsequently to make presentations. So, for all these reasons, I don't have the need to get an Ipad. At least, that's what I thought until now.
However, Ipad 2 has come with more interactive features. It can be now easily connected to other devices. A review from MacWorld says:
Wednesday, February 23, 2011
Kalau Saya Jadi Penguasa
Posted under:
Indonesian
publication
2
comment(s)

*Tulisan ini dimuat dalam koran Jurnal Nasional (23/2) di sisipan Politika, halaman 5, dengan judul "Andai Saya Berkuasa".
Saya bukan seorang diktator. Akan tetapi, banyak kritik terhadap keberhasilan yang sudah dicapai, sebenarnya didasari ketidakmengertian bahwa saya adalah seorang penguasa. Logika saya sebagai penguasa, tentu saja berbeda dengan logika pengamat, apalagi tokoh-tokoh oposisi yang senantiasa mengintai kursi kekuasaan yang sekarang saya duduki.
Tentu saja sudut pandang saya pun berbeda dengan para pengkritik itu. Sudut pandang itu saya dasari dan tujukan untuk kepentingan kekuasaan pemerintahan. Tentu tidak logis bila sudut pandang saya didasari dan ditujukan untuk kepentingan orang lain yang sebenarnya ingin berkuasa juga.
Contohnya, mereka mengkritik bahwa pertumbuhan ekonomi yang kini mencapai 6,1 persen sebagai tidak berkualitas. Mereka mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut terjadi tanpa kebijakan yang terarah dari pemerintah, sehingga seandainya pemerintah tidur pun angka tersebut akan tercapai.
Sebagai penguasa, adalah sangat penting untuk mencapai angka pertumbuhan ekonomi dengan cara yang tercepat. Tentu saja, tidak logis bila cara yang saya tempuh itu akan menuai hasilnya setelah satu dekade, sebab ketika itu saya tak lagi berkuasa.
Friday, December 10, 2010
Merah Putih Diantara Dua Gajah
Posted under:
economy
Indonesian
political economy
publication
0
comment(s)

Bagaimanapun, Asia Tenggara adalah pekarangan belakang Cina. Indonesia, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara merupakan pasar terluas bagi produk-produk Cina. Tak perlu data statistik yang rumit untuk mengetahui hal itu, sebab setiap hari kita bersentuhan dengan barang-barang produksi Cina. Sebut saja, mulai dari peniti, baju, mainan, alat makan, produk elektronik, sepeda motor, sampai alat-alat berat yang digunakan sektor industri kita.
Di tengah perseteruan AS dan China, Indonesia bisa mengambil langkah cerdik. Tanpa harus "menjual pasar" dan "obral sumber daya" cuma-cuma, mestinya kita bisa menghindari nasib pelanduk.
Posts (Atom)
